Kejadian saling melempar senyum ini bermula dari kebutuhan saya untuk membeli persediaan air mineral. Ketika itu sudah saya putuskan secara mantap untuk mengunjungi salah satu minimarket ternama. Setelah membuka pintu dan mengucap salam, saya langsung bergegas menuju tempat botol air mineral itu biasa ditempatkan. Tak tanggung-tanggung, saya langsung membeli dua botol air mineral berukuran 1500ml sekaligus.
Entah mengapa mas-mas kasir di minimarket tersebut seperti menahan tawa. Saya sendiri jadi heran.
Apa ada yang lucu?
Atau ada yang salah?
Apa baginya membeli dua botol air mineral berukuran besar itu aneh?
Saya tidak tahu pasti. Tetapi pikiran saya terus berkata seperti itu. Jadi saya putuskan untuk tersenyum pula. Kami tidak berani saling bertatapan. Bukan karena bukan mahram. Tetapi akan menjadi sangat canggung jika kami saling bertatapan. Bisa jadi hanya imajinasi saya saja yang berkata demikian. Biarlah. Jadi saya putuskan untuk melepaskan keheranan saya menjadi tawa kecil ketika berbalik badan menuju pintu keluar, dan kali ini tidak mengucapkan salam.