Ada satu nama yang dulu begitu akrab di hari-hariku.
Kini, namanya hanya muncul sesekali — dalam hening, dalam ingatan yang samar.
Aku tidak tahu bagaimana kabarnya sekarang. Apakah ia bahagia, sibuk, atau sedang berjuang diam-diam seperti dulu.
Tapi aku tahu, waktu telah menjauhkan kami dengan cara yang pelan, tanpa gaduh, tanpa pamit.
Dulu aku ingin tahu semuanya tentang dia — apa yang ia pikirkan, rasakan, sembunyikan.
Kini aku hanya ingin tahu apakah semesta menjaganya dengan baik.
Mungkin aku tak lagi menjadi rumah baginya, tapi aku bersyukur pernah menjadi tempat ia singgah sejenak.
Ada rindu yang tak lagi menyakitkan, hanya hangat dan tenang.
Ada cinta yang tak lagi menuntut, hanya mendoakan dari jauh.
Dan mungkin, itu cara paling tulus untuk mencintai seseorang yang tak lagi kutahu kabarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar