Sore itu, gue bersama teman gue, sebut saja Risa, kelaparan.
Kami bingung memutuskan tempat makan.
Setelah kami rundingkan dengan saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, gue dan Risa memutuskan untuk makan nasi goreng di tukang nasi goreng.
Kami sama-sama memesan menu "nasi goreng biasa".
Setelah beberapa menit, nasi goreng kami sudah jadi. Sang penjual pun mengantarkan pesanan kami ke meja kami. Saat pantat piring sudah menyentuh meja, gue terperanjat, terpana, terkejut, heran, kaget, dan kagum. Ternyata nasi goreng biasa-nya enggak biasa, lho. Ada suwir-suwir ayam dan ada telur urak-arik. Plus ada acar juga kalau lu mau tambahin.
Setelah dipikir-pikir, daripada gue kaget tak berkesudahan, akhirnya gue makan (karena laper parah). Tapi karena laper parah itu, gue enggak mau makan terburu-buru. Takut perutnya sakit, coy.
Setelah selesai makan, Risa ngasih uang ke gue. Sialan emang si Risa bisa banget membuat situasi agar gue yang membayar makanan kami berdua ke si abang penjualnya.
For your information, Risa ngasih uang ke gue Rp13.000. Gue dengan serius berusaha mengeluarkan uang Rp13.000 dari dompet gue. Satu per satu lembar uang gue keluarkan. Lembar uang pertama yaitu Rp5.000, lalu lembar uang kedua yaitu Rp2.000, lalu lembar uang ketiga yaitu Rp2.000. Setelah itu gue terdiam sejenak. Gue ambil semua lembar uang yang telah gue keluarkan dan menggantinya dengan satu lembar uang Rp50.000 karena ternyata gue enggak punya uang pas.