Senin, 09 Juli 2018

Mengeluarkan Uang Untuk Abang Nasgor

Sore itu, gue bersama teman gue, sebut saja Risa, kelaparan.

Kami bingung memutuskan tempat makan.

Setelah kami rundingkan dengan saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, gue dan Risa memutuskan untuk makan nasi goreng di tukang nasi goreng.

Kami sama-sama memesan menu "nasi goreng biasa".

Setelah beberapa menit, nasi goreng kami sudah jadi. Sang penjual pun mengantarkan pesanan kami ke meja kami. Saat pantat piring sudah menyentuh meja, gue terperanjat, terpana, terkejut, heran, kaget, dan kagum. Ternyata nasi goreng biasa-nya enggak biasa, lho. Ada suwir-suwir ayam dan ada telur urak-arik. Plus ada acar juga kalau lu mau tambahin.

Setelah dipikir-pikir, daripada gue kaget tak berkesudahan, akhirnya gue makan (karena laper parah). Tapi karena laper parah itu, gue enggak mau makan terburu-buru. Takut perutnya sakit, coy.

Setelah selesai makan, Risa ngasih uang ke gue. Sialan emang si Risa bisa banget membuat situasi agar gue yang membayar makanan kami berdua ke si abang penjualnya.

For your information, Risa ngasih uang ke gue Rp13.000. Gue dengan serius berusaha mengeluarkan uang Rp13.000 dari dompet gue. Satu per satu lembar uang gue keluarkan. Lembar uang pertama yaitu Rp5.000, lalu lembar uang kedua yaitu Rp2.000, lalu lembar uang ketiga yaitu Rp2.000. Setelah itu gue terdiam sejenak. Gue ambil semua lembar uang yang telah gue keluarkan dan menggantinya dengan satu lembar uang Rp50.000 karena ternyata gue enggak punya uang pas.

Rabu, 04 Juli 2018

Yoshimi Extraordinary

Salah seorang guru SMP saya pernah bilang yang intinya "Yoshimi kalau jago bahasa Jepang udah biasa, coba kalau jago bahasa Arab".

Kenyataannya saya malah nggak jago bahasa Jepang dan justru bisa bahasa Indonesia. Jadi saya luar biasa atau malah gara-gara jago di internal jadi  dalam biasa?

Saya sendiri menanti jawabannya.

Tentang seseorang yang tak lagi kutahu kabarnya

  Ada satu nama yang dulu begitu akrab di hari-hariku. Kini, namanya hanya muncul sesekali — dalam hening, dalam ingatan yang samar. Aku tid...