Pelik.
Di waktu yang memasuki akhir masa perkuliahan ini pikiranku semakin kacau.
Tiba-tiba saat sedang menulis ini aku sempat berpikir ingin menjelajahi kota per kota, pulau per pulau, negara per negara.
Aku hanya ingin mampir sebentar ke kehidupan orang-orang, lalu pergi tanpa pamit.
Saat ini aku merasakan hawa dingin menembus tubuhku. Tapi aku suka itu, terkadang.
Sungguh, aku hanyalah makhluk yang lemah. Sudah berapa banyak air mata yang menetes dengan sendirinya di pipi ini.
Aku tak tahu.
Aku memang merasa tak berdaya.
Aku lemah.
Jadi, aku tak percaya kalau ada yang mengatakan bahwa aku kuat, i guess.
Aku pun tak tahu apakah aku pantas menjadi orang yang kuat?
Tuhan, aku butuh uluran tangan-Mu.
Kasih sayang-Mu.
Tuhan, mohon jangan tinggalkan aku.
Sungguh, aku takut.
Aku tidak ingin meninggalkan-Mu.
Aku sayang Tuhan.
Terima kasih Tuhan.
You're The Best and treated me well.
Aku sayang semua orang-orang yang menyayangiku.
Maafkan aku yang tidak bisa membalas kasih sayang mereka dengan cukup.
Maafkan aku atas ketidakmampuan itu.
Tapi, terima kasih kepada kalian yang telah memahami aku.
Sungguh, aku merasa hina sebagai manusia.
Seperti aku tidak pantas menerima kebaikan kalian.
Sungguh, kalian sangat baik.
Dan aku hina.