Minggu, 11 November 2018

I Love Techi-Sama!!!

Halo, hai.....

Kenapa gw bisa tertarik dengan Keyakizaka46 terlebih Techi???

OK, jadi gini ceritanya.....

Akhir-akhir ini gw iseng aja kepoin Sakamichi Series. Sakamichi Series sendiri merupakan grup rival resmi AKB48 atau 48Group secara keseluruhan. Saat ini Sakamichi Series terdiri dari Nogizaka46 dan Keyakizaka46, ada Yoshimotozaka46 juga yang baru dibentuk.

Oke, sekilas gw lihat MV Nogizaka46, ya menurut gw biasa aja dalam idol, sekumpulan cewe cantik, cuma emang katanya di Nogizaka46 membernya dikemas anggun gitu bak putri raja. Udah impresi gw gitu aja.

Terus gw lanjut dong coba nonton MV Keyakizaka46, dimulai dari Silent Majority. Pas gw nonton,
"loh kok lagunya enak?"
"MANTAP!!!"
"Seragamnya keren!"

Gw juga kalau nonton video di Youtube juga kan suka lihat komentar-komentarya, dan mayoritas dari komentar pun mengatakan lagu ini keren banget.

FYI, lagu Silent Majority merupakan single debut dari Keyakizaka46 yang memecahkan rekor di Jepang. Lagu ini disebut-sebut sebagai single debut paling laris di Jepang yang berhasil mengalahkan rekor dari HKT48. Terus yang bikin gw suka dan penasaran juga itu centernya! (WKWKWK gw sangat bersemangat di sini.)

Center dalam istilah peridolan merupakan member yang mendapat plottingan formasi di tengah dan paling depan. Singkatnya posisi nomor satu.

Center Keyakizaka46 yang gw maksud bernama Hirate Yurina.

Hirate Yurina dalam Silent Majority


Sekilas anak ini memang tampak biasa saja tetapi jika telah melihat performance dia di setiap MV Keyakizaka46, WOW, dia itu punya aura yang kuat, pasti mata kita selalu tertuju ke arahnya saat ia muncul di layar.

Dia total abis dalam penampilannya, padahal yang aku lihat dia di variety show Keyakizaka46, dia memiliki kepribadian sedikit pemalu dan terkadang terlihat menggemaskan seperti anak kecil >3<

Nanti tulisan ini dilanjut deh ya haha.

Pokoknya aku suka Techi!!LOVE <3


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tentang seseorang yang tak lagi kutahu kabarnya

  Ada satu nama yang dulu begitu akrab di hari-hariku. Kini, namanya hanya muncul sesekali — dalam hening, dalam ingatan yang samar. Aku tid...