Malam itu,
ketika pulang larut malam, aku memilih untuk menginap di masjid kampus.
Masjid itu mempunyai tiga lantai.
Lantai dasar untuk jamaah laki-laki, dan lantai lainnya untuk jamaah perempuan.
Aku memutuskan untuk tidur di lantai dua.
Ternyata di sana terdapat makhluk lain.
Aku enggak heran sih, udah banyak dengar kabar seperti itu soalnya.
Saat aku mencoba untuk memejamkan mataku, ia melihatku, bahkan menatapku.
Aku bingung harus berbuat apa.
Dalam hati, aku bertanya-tanya,
"Apa yang ia inginkan dariku?"
"Mengapa ia menatapku seperti itu?"
Aku pun melihat matanya.
Aku melihat cahaya dari matanya.
Seperti mentransfer sinar harapan hingga menyentuh relung sukmaku.
Aku tahu ia bukanlah makhluk yang buruk.
Mulai saat ini aku menjulukinya sebagai kucing penjaga masjid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar