Keberanianku bukan tentang berdiri paling depan atau bersuara paling lantang. Keberanianku adalah saat aku memilih untuk melangkah, meski hati masih dipenuhi ragu.
Aku meninggalkan kampung halaman, berjalan ke tanah baru, menata hidup di antara wajah-wajah asing dan ritme yang belum kukenal. Aku memilih profesi yang menuntut kesabaran dan ketulusan—menjadi guru, menjadi pendengar, menjadi pelita kecil di ruang kelas sederhana.
Keberanianku adalah saat aku tetap berdiri tegak meski lelah, tetap tersenyum meski sendiri, tetap percaya meski belum tahu pasti. Aku belajar menerima diri sendiri, luka-luka lama, dan harapan-harapan baru yang terus tumbuh pelan-pelan.
Karena bagiku, keberanian adalah saat kita tetap memilih untuk hidup sepenuh hati, meski dunia tak selalu ramah. Dan setiap hari, aku berusaha menjadi sedikit lebih kuat, sedikit lebih lembut… untuk diriku sendiri dan untuk dunia yang sedang kuhadapi.
---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar