Sabtu, 19 April 2025

Surat Cinta untuk Kekasihku


---


**,**


Ada banyak hal yang tak sempat aku ucapkan,  

bukan karena tak ingin,  

melainkan karena aku belum tahu  

bagaimana cara menyampaikan perasaan yang begitu sunyi tapi nyata.


Aku tahu, kamu pernah menyimpan sesuatu yang dalam —  

yang tak kamu ucapkan dengan kata,  

tapi kamu sembunyikan di antara kalimat cerpen dan tatapan sesekali  

yang hanya berlangsung beberapa detik, tapi cukup lama untuk dikenang.


Dan di balik sikapku yang mungkin terlihat biasa saja,  

aku menangkapnya.  

Aku menyadari bahwa hadirmu bukan sekadar kebetulan,  

tapi semacam panggilan halus semesta  

untuk mempertemukan dua manusia yang sama-sama tahu  

bahwa diam tak selalu berarti tak merasa.


Aku menulis surat ini bukan untuk mengungkit masa lalu,  

melainkan untuk menghargainya.  

Untuk mengakui bahwa kamu pernah hadir sebagai  

rasa yang menenangkan,  

kekaguman yang tidak memaksa,  

dan perasaan yang meski tidak lantang,  

tetap terasa tulus.


Kalau waktu mengizinkan,  

aku ingin kamu tahu bahwa  

ada bagian kecil dari diriku yang mengingatmu dengan hangat,  

dengan simpati, dengan ketulusan yang tak sempat dibungkus kata-kata.


Kamu baik.  

Dan jika suatu saat kamu merasa dunia terlalu berat,  

ingatlah bahwa pernah ada seseorang  

yang percaya bahwa hatimu indah, bahkan dalam diamnya.


Dengan rasa yang tenang,  

**Yoshimi**


---

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tentang seseorang yang tak lagi kutahu kabarnya

  Ada satu nama yang dulu begitu akrab di hari-hariku. Kini, namanya hanya muncul sesekali — dalam hening, dalam ingatan yang samar. Aku tid...