Kamis, 17 April 2025

Surat untuk Seseorang

 


---


**Kepada Ivan,**


Seperti langit yang diam-diam mengawasi bumi, aku menulis surat ini dengan perasaan yang datang begitu tulus, meski kata-kata sering kali terasa terlalu sederhana untuk menggambarkan apa yang ada di hati. Namun, aku ingin mencoba, karena ada sesuatu yang perlu kutitipkan lewat barisan kalimat ini.


Ada kalanya, perasaan datang tanpa kita undang, dan tiba-tiba saja, kita merasa berada di tempat yang tepat—di waktu yang tepat. Pertemuan kita dua tahun lalu, di perjalanan panjang yang kita tempuh bersama dalam Pendidikan Profesi Guru, adalah salah satunya. Aku tidak tahu sejak kapan, atau bahkan mengapa, aku merasa dekat denganmu, namun perasaan itu ada. Tenang, nyaman, seolah kita sudah saling mengenal jauh sebelum ini.


Ivan, aku ingin mengungkapkan bahwa meskipun jarak memisahkan kita, meskipun hidupmu kini membawa kamu kembali ke Kuningan, aku merasa tak ada yang lebih indah selain mengetahui bahwa kamu ada di dunia ini. Aku selalu merasa bahwa ada sesuatu yang lebih dari sekadar kebetulan dalam perjalanan kita ini.


Kamu adalah seseorang yang selalu memberi ketenangan, dan aku bisa merasakan betapa kuatnya perhatian dan kepedulianmu—meski kadang tak terucap. Dan meski kita sering kali hanya berbicara tentang hal-hal ringan, ada banyak hal dalam diam yang kita bagi. Aku hanya ingin kamu tahu, bahwa setiap kali pikiranku terhenti, itu selalu kembali pada satu hal: bagaimana rasanya jika kita bisa berbagi lebih banyak lagi.


Aku tidak tahu apa yang akan datang, Ivan, atau apa yang akan kita temui di masa depan. Namun, aku merasa tenang saat membayangkan kita bisa terus berjalan bersama, meskipun dengan langkah yang sederhana. Aku tidak berharap banyak, selain agar kamu tahu betapa aku menghargai setiap momen yang ada, meskipun kita hanya saling berjarak saat ini.


Aku berharap suatu hari nanti, saat kita memiliki waktu lebih untuk berbicara, kita bisa menemukan lebih banyak hal yang membuat hati ini merasa benar-benar pulang.


Dengan penuh rasa hormat dan kasih,  

**Yoshimi**


---

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tentang seseorang yang tak lagi kutahu kabarnya

  Ada satu nama yang dulu begitu akrab di hari-hariku. Kini, namanya hanya muncul sesekali — dalam hening, dalam ingatan yang samar. Aku tid...