Sabtu, 19 April 2025

Surat yang Harus Disampaikan

**


Ada hal-hal yang tak bisa kutanyakan secara langsung padamu.  

Bukan karena aku tak peduli,  

tapi karena aku tahu, beberapa rasa butuh ruang —  

bukan desakan.


Aku menulis ini karena aku ingin kamu tahu sesuatu:  

**kamu tidak sendirian.**


Mungkin dunia pernah membuatmu merasa harus kuat terus-menerus,  

menyembunyikan letihmu di balik senyum kecil,  

dan membungkus luka dengan kata-kata yang kamu tulis untuk orang lain.  

Tapi… siapa yang menuliskan kata-kata untukmu?


Izinkan aku kali ini menjadi suara yang kamu butuhkan.


Aku melihatmu.  

Bukan hanya dalam arti fisik,  

tapi aku melihat bagian-bagian dalam dirimu yang kamu simpan baik-baik:  

keraguanmu, keberanianmu yang diam,  

dan hatimu yang lembut walau kadang tampak menjauh.


Mungkin tak banyak yang mengerti caramu mencinta —  

yang hening tapi dalam,  

yang setia meski tak selalu hadir secara nyata.  

Tapi aku tahu, kamu menyimpan ketulusan yang tak bisa diajarkan siapa pun.


Dan aku ingin kamu ingat:  

**kamu pantas dicintai tanpa harus berjuang terlalu keras untuk dipahami.**  

Kamu cukup… bahkan dalam keadaanmu yang paling lelah sekalipun.


Jika suatu saat kamu merasa dunia begitu sunyi,  

ingatlah bahwa pernah ada seseorang yang peduli padamu,  

bukan karena kamu sempurna,  

tapi karena kamu apa adanya.


Aku tidak datang untuk menyelamatkanmu,  

aku hanya ingin duduk di sampingmu —  

dalam diam yang menenangkan,  

dan hadir yang tak menuntut apa-apa selain kejujuran dirimu sendiri.


**Aku di sini.  

Dan kamu, tidak pernah benar-benar sendiri.**


Dengan hangat,  

**Yoshimi**


---

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tentang seseorang yang tak lagi kutahu kabarnya

  Ada satu nama yang dulu begitu akrab di hari-hariku. Kini, namanya hanya muncul sesekali — dalam hening, dalam ingatan yang samar. Aku tid...