Kamis, 29 November 2018

Duniaku Duniamu

Ini merupakan puisi yang saya buat sendiri.

Duniaku duniamu
Duniamu duniaku
Duniaku bukan duniamu
Duniamu bukan duniaku

Duniaku akan menjadi duniamu
Jika duniamu menjadi duniaku
Duniaku akan selalu ada untuk duniamu
Jika duniamu selalu ada untuk duniaku
Duniaku akan tetap menjadi duniaku
Jika duniamu tetap menjadi duniamu

Duniamu duniaku
Duniaku duniamu

Minggu, 11 November 2018

I Love Techi-Sama!!!

Halo, hai.....

Kenapa gw bisa tertarik dengan Keyakizaka46 terlebih Techi???

OK, jadi gini ceritanya.....

Akhir-akhir ini gw iseng aja kepoin Sakamichi Series. Sakamichi Series sendiri merupakan grup rival resmi AKB48 atau 48Group secara keseluruhan. Saat ini Sakamichi Series terdiri dari Nogizaka46 dan Keyakizaka46, ada Yoshimotozaka46 juga yang baru dibentuk.

Oke, sekilas gw lihat MV Nogizaka46, ya menurut gw biasa aja dalam idol, sekumpulan cewe cantik, cuma emang katanya di Nogizaka46 membernya dikemas anggun gitu bak putri raja. Udah impresi gw gitu aja.

Terus gw lanjut dong coba nonton MV Keyakizaka46, dimulai dari Silent Majority. Pas gw nonton,
"loh kok lagunya enak?"
"MANTAP!!!"
"Seragamnya keren!"

Gw juga kalau nonton video di Youtube juga kan suka lihat komentar-komentarya, dan mayoritas dari komentar pun mengatakan lagu ini keren banget.

FYI, lagu Silent Majority merupakan single debut dari Keyakizaka46 yang memecahkan rekor di Jepang. Lagu ini disebut-sebut sebagai single debut paling laris di Jepang yang berhasil mengalahkan rekor dari HKT48. Terus yang bikin gw suka dan penasaran juga itu centernya! (WKWKWK gw sangat bersemangat di sini.)

Center dalam istilah peridolan merupakan member yang mendapat plottingan formasi di tengah dan paling depan. Singkatnya posisi nomor satu.

Center Keyakizaka46 yang gw maksud bernama Hirate Yurina.

Hirate Yurina dalam Silent Majority


Sekilas anak ini memang tampak biasa saja tetapi jika telah melihat performance dia di setiap MV Keyakizaka46, WOW, dia itu punya aura yang kuat, pasti mata kita selalu tertuju ke arahnya saat ia muncul di layar.

Dia total abis dalam penampilannya, padahal yang aku lihat dia di variety show Keyakizaka46, dia memiliki kepribadian sedikit pemalu dan terkadang terlihat menggemaskan seperti anak kecil >3<

Nanti tulisan ini dilanjut deh ya haha.

Pokoknya aku suka Techi!!LOVE <3


Sabtu, 20 Oktober 2018

Pelik

Pelik.

Di waktu yang memasuki akhir masa perkuliahan ini pikiranku semakin kacau.

Tiba-tiba saat sedang menulis ini aku sempat berpikir ingin menjelajahi kota per kota, pulau per pulau, negara per negara.

Aku hanya ingin mampir sebentar ke kehidupan orang-orang, lalu pergi tanpa pamit.

Saat ini aku merasakan hawa dingin menembus tubuhku. Tapi aku suka itu, terkadang.

Sungguh, aku hanyalah makhluk yang lemah. Sudah berapa banyak air mata yang menetes dengan sendirinya di pipi ini.

Aku tak tahu.

Aku memang merasa tak berdaya.

Aku lemah.

Jadi, aku tak percaya kalau ada yang mengatakan bahwa aku kuat, i guess.

Aku pun tak tahu apakah aku pantas menjadi orang yang kuat?

Tuhan, aku butuh uluran tangan-Mu.

Kasih sayang-Mu.

Tuhan, mohon jangan tinggalkan aku.

Sungguh, aku takut.

Aku tidak ingin meninggalkan-Mu.

Aku sayang Tuhan.

Terima kasih Tuhan.
You're The Best and treated me well.

Aku sayang semua orang-orang yang menyayangiku.

Maafkan aku yang tidak bisa membalas kasih sayang mereka dengan cukup.

Maafkan aku atas ketidakmampuan itu.

Tapi, terima kasih kepada kalian yang telah memahami aku.

Sungguh, aku merasa hina sebagai manusia.

Seperti aku tidak pantas menerima kebaikan kalian.

Sungguh, kalian sangat baik.

Dan aku hina.

Senin, 09 Juli 2018

Mengeluarkan Uang Untuk Abang Nasgor

Sore itu, gue bersama teman gue, sebut saja Risa, kelaparan.

Kami bingung memutuskan tempat makan.

Setelah kami rundingkan dengan saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, gue dan Risa memutuskan untuk makan nasi goreng di tukang nasi goreng.

Kami sama-sama memesan menu "nasi goreng biasa".

Setelah beberapa menit, nasi goreng kami sudah jadi. Sang penjual pun mengantarkan pesanan kami ke meja kami. Saat pantat piring sudah menyentuh meja, gue terperanjat, terpana, terkejut, heran, kaget, dan kagum. Ternyata nasi goreng biasa-nya enggak biasa, lho. Ada suwir-suwir ayam dan ada telur urak-arik. Plus ada acar juga kalau lu mau tambahin.

Setelah dipikir-pikir, daripada gue kaget tak berkesudahan, akhirnya gue makan (karena laper parah). Tapi karena laper parah itu, gue enggak mau makan terburu-buru. Takut perutnya sakit, coy.

Setelah selesai makan, Risa ngasih uang ke gue. Sialan emang si Risa bisa banget membuat situasi agar gue yang membayar makanan kami berdua ke si abang penjualnya.

For your information, Risa ngasih uang ke gue Rp13.000. Gue dengan serius berusaha mengeluarkan uang Rp13.000 dari dompet gue. Satu per satu lembar uang gue keluarkan. Lembar uang pertama yaitu Rp5.000, lalu lembar uang kedua yaitu Rp2.000, lalu lembar uang ketiga yaitu Rp2.000. Setelah itu gue terdiam sejenak. Gue ambil semua lembar uang yang telah gue keluarkan dan menggantinya dengan satu lembar uang Rp50.000 karena ternyata gue enggak punya uang pas.

Rabu, 04 Juli 2018

Yoshimi Extraordinary

Salah seorang guru SMP saya pernah bilang yang intinya "Yoshimi kalau jago bahasa Jepang udah biasa, coba kalau jago bahasa Arab".

Kenyataannya saya malah nggak jago bahasa Jepang dan justru bisa bahasa Indonesia. Jadi saya luar biasa atau malah gara-gara jago di internal jadi  dalam biasa?

Saya sendiri menanti jawabannya.

Kamis, 14 Juni 2018

Asap Is Not As Soon As Possible

Asap.

Apa yang terlintas di pikiran Anda saat mendengar kata "Asap"?

Apakah teringat asap polusi kendaraan?

Atau asap pabrik?

Asap rokok?

Asap pemanggangan sate?

Atau asap pembakaran sampah?

Di antara asap-asap tersebut, mana yang paling Anda suka?

Atau, mana di antara asap tersebut yang Anda rela baju Anda jadi tercium seperti asap tersebut?

Cukup jawab dalam hati saja.

Asap.

Ada peribahasa yang mengatakan "tidak ada asap kalau tak ada api".

Itu maksudnya "sesuatu yang terjadi pasti ada penyebabnya".

Asap.

Di kehidupan ini, ia banyak ditemukan.

Dengan beragam macam rupa.

Karena sangat familiar, sampai-sampai ada konferensinya di Bandung, Jawa Barat.

KONFERENSI ASEP ASEP

Selasa, 12 Juni 2018

Chicken Village

Pagi ini, aku melihat sekelompok chicken, satu induk betina bersama sekian jumlah anak-anaknya.

Entah mengapa mereka begitu menarik perhatianku.

Mungkin karena mereka bergerombol dan sang induk yang (dengan sabar) membimbing mereka (menuju jalan yang benar).

Biasanya yang aku tahu kalau seperti itu mereka sedang mencari makan.

Mungkin pula itu yang disebut dengan semangat mengais rezeki.

Mungkin [di sini ku berasumsi kembali] ada di antara para pembaca yang merasa tidak menyukai chicken (hidup). Mengingat kebiasaan mereka yang suka mematuk sembarangan. Itu semua terjadi karena mereka tidak disekolahkan alias tidak diberi pendidikan yang layak. Jadi sedih.

Semoga chicken walaupun tinggal di village tapi tidak village-an ya.

Qerja Lembur Bagai Qudha

Akhir-akhir ini lagi viral iklan Ramayana.

Ituloh yang ada emak-emak di magicom.

Terus ada lirik "Qerja lembur bagai qudha".

Sengaja pakai 'Q' soalnya itu yang nyanyi ibu-ibu qasidah pakai qalqalah.

Tapi kalian bertanya-tanya nggak sih, kenapa harus "kerja lembur bagai kuda"?

Usut punya usut, setelah saya mencari tahu lewat search engine go*gle mengenai arti kuda.

Kuda digambarkan sebagai hewan yang kuat, tangkas, dan lincah.

Mungkin maksud 'kerja lembur bagai kuda' di jingle ini yaitu kerja yang seperti kuda: kuat sampai bela-belain untuk lembur.

Sabtu, 02 Juni 2018

Journey To Cileles

Selama berkuliah di Jatinangor, rasa-rasanya baru di tahun kedua ini saya menyusuri Cileles, sebuah desa di Jatinangor. Biasanya paling mentok-mentok sampai Cikuda doang.

Ada hal-hal yang membuat saya takjub dari penyusuran tersebut.

Pertama, jalanannya menanjak.
Bagi saya jalanan menanjak itu sesuatu yang istimewa. Sepertinya setiap saya melihat jalanan yang menanjak lumayan tajam selalu terpana. Entah mengapa. Anyone knows?
Saya jadi memikirkan bagaimana letihnya bagi mereka yang menyusuri jalan tersebut dengan jalan kaki. Sedikit informasi waktu itu saya sedang naik motor dibonceng oleh rekan saya jadi kaki saya masih baik-baik saja.

Kedua, lampu-lampu bangunan yang bercahaya.
Karena waktu itu sedang malam hari jadi saya senang melihat lampu-lampu rumah warga yang memancarkan cahaya. Seperti pada alasan pertama, rasanya saya senang melihat lampu-lampu bangunan yang bersinar di malam hari di manapun tempatnya.

Ketiga, sebuah rumah sederhana.
Pada saat itu kami berdua sedang ada "misi" yang mengharuskan kami ke sebuah rumah yang ada di sana. Lagi dan lagi, saya takjub pada hal yang sederhana. Seperti rumah itu. Sederhana dengan ciri khas rumah tempo doeloe. Jadi mengingatkan saya pada rumah di kampung. Tapi rumah yang mana ya? Ah, yang penting saya tidak bertanya kampung yang mana.

Kamis, 31 Mei 2018

Dialog dengan Makhluk Itu

Malam itu,

ketika pulang larut malam, aku memilih untuk menginap di masjid kampus.

Masjid itu mempunyai tiga lantai.
Lantai dasar untuk jamaah laki-laki, dan lantai lainnya untuk jamaah perempuan.

Aku memutuskan untuk tidur di lantai dua.

Ternyata di sana terdapat makhluk lain.
Aku enggak heran sih, udah banyak dengar kabar seperti itu soalnya.

Saat aku mencoba untuk memejamkan mataku, ia melihatku, bahkan menatapku.

Aku bingung harus berbuat apa.

Dalam hati, aku bertanya-tanya,
"Apa yang ia inginkan dariku?"
"Mengapa ia menatapku seperti itu?"

Aku pun melihat matanya.

Aku melihat cahaya dari matanya.

Seperti mentransfer sinar harapan hingga menyentuh relung sukmaku.

Aku tahu ia bukanlah makhluk yang buruk.

Mulai saat ini aku menjulukinya sebagai kucing penjaga masjid.

Senin, 28 Mei 2018

Ketowel

Malam kliwon ini saat di jalan pulang, gw mampir ke minimarket.

Pengen jajan aja gitu.

Gw ambil jajanan incaran gw.

Selepas itu gw landing di kasir. Ngantre as always.

Tidak menunggu lama badan gw udah paling dekat dengan meja kasir.

Setelah mbak kasir memberitahu harga belanjaan gw, gw mau ambil uang di ransel (mini) gw dong.

Pas gw mau megang ritsleting tas gw, kok gw merasa megang sesuatu yang aneh ya.

Dalam hati, "Apaan nih kok datar-datar gini".

Lumayan menikmati kebingungan beberapa detik.

Pas gw tengok belakang, eh ternyata gw ngeraba jaket mas-mas di belakang gw.

Gw speechless. Dalem hati, "Mak!".

Gw langsung aja ambil uang di tas dan bayar.

Gw keluar pintu sambil tersenyum mengingat kejadian yang barusan menimpa.

Sabtu, 19 Mei 2018

Salah Mengira

Malem itu gw mampir ke warung padang dengan niatan membeli sebungkus nasi.

Pas gw mampir, si mas-mas pelayannya lagi ngelayanin mba-mba dulu..

Gw merhatiin aja tuh si mas-mas sama mba-mbanya.

Mereka berdua menyita perhatian gw.

Kepala gw nengok muka mereka mulu.

Nengok ke makanan di etalase juga sih sekali-kali.

Singkat cerita, si mas-masnya udah ngelayanin mba-mbanya tuh.

Bukannya ngelayanin gw, eh gw ditinggal..

Mas-masnya malah nonton tipi membelakangi gw.

Gw bingung dong, ini ada apa ya.

Gw mau manggil mas-masnya sih, tapi dalem hati gw bilang tunggu dulu deh, gw mau menikmati keanehan ini.

Gw diam sejenak beberapa detik.

Memerhatikan keadaan sekitar dan memerhatikan pengunjung warung makan pula.

Antara berharap ada yang menyadari hal ini atau tidak.

Setelah itu gw berpikir, udah deh udah cukup menikmati suasana keanehan ini.

Lalu gw panggil mas-masnya.

"Mas.. Mas.."

Bersyukur mas-masnya nengok.

Ternyata si mas-masnya mengira gw ikut sama mba-mba tadi.

Dalem hati gw,
"Wadu du."

Sabtu, 12 Mei 2018

Somebalado

Somehow

Sometimes

Somewhere

Someday

Sometime

Someone

Somepai

Notice me Somepai!
Eh, Senpai maksudnya (´∀`)

Jumat, 11 Mei 2018

Politik Ik

Asyiknya menelisik drama politik
walau pelik juga cenderung berisik
yang di dalamnya banyak taktik
baik ciamik maupun licik
dengan penggunaan gimik
sehingga terlihat cantik dan menarik

Isunya menggelitik
membuat pikiran terusik
ingin segera mengulik
memilah mana yang baik dan mana yang bajik

Eh, baik sama bajik sama ya
Udah jangan terlalu serius bacanya
Mending itung deh udah berapa "ik" yang ditulis

Salam kamper!

Jumat, 04 Mei 2018

Dang-Dang-Dang

Dadang,
bukan pecundang melainkan yang digadang-gadang akan sidang karena diundang ditemani Endang yang memakai selendang sehingga bergadang di warung padang sambil memandang jam gadang di antara kandang dan toko sandang lalu memakan rendang, udang, dan pindang dengan membawa dandang serta pedang dari ladang yang bidang setelah banjir bandang untuk berdendang.

p.s
Pemakaian nama orang semata-mata untuk kepentingan fiktif belaka.

Kamis, 03 Mei 2018

I Leaf You

Leave the leaf...
Let it be.
Leaf, you're wonderful...
Based on what Allah says in the Qur'an:

وَعِنْدَهُۥ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَآ إِلَّا هُوَ  ۚ  وَيَعْلَمُ مَا فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ  ۚ  وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِى ظُلُمٰتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِى كِتٰبٍ مُّبِينٍ
"And with Him are the keys of the unseen; none knows them except Him. And He knows what is on the land and in the sea. Not a leaf falls but that He knows it. And no grain is there within the darknesses of the earth and no moist or dry [thing] but that it is [written] in a clear record."
(QS. Al-An'aam 6: Verse 59)

* Via Qur'an English http://quran-en.com

--yoshimeey

Senin, 30 April 2018

All Hail Mahasiswa

Sebuah mahakarya yang maha dahsyat:
Mahasiswa.
---
Seperti sebilah pisau.
Jika digunakan oleh orang yang tepat, maka ia akan bermanfaat.
Jika sebaliknya, maka ia akan menjadi bencana.

Oleh karena itu,
mahasiswa sebagai agen perubahan
yang berjibaku dengan berbagai macam teori dan segala macam tugas,
juga yang terpapar dengan beragam pemikiran.
Ia sepatutnya tegas
berdiri di atas prinsipnya
mampu memfilter informasi
sehingga menjadi bijak
karena memang dunia penuh warna.

Mahasiswa,
sejatinya berkuliah membentuk pola pikir.
Menjadikannya lebih baik dan lebih arif.
Maka, hendaknya dapat menjadi teladan.
Kelak, dapat mengedukasi masyarakat.
Menjadikan dunia lebih baik,
lebih damai.
Seperti cita-cita Naruto.

p.s
Ditulis oleh mahasiswa yang masih ketar-ketir dengan kehidupannya.
Tetapi semoga kuat.
Seperti Pak Jarwo Kwat.

Minggu, 29 April 2018

Biodata

Biodata.

Jadi teringat sekitar tahun 2007-2008 dimana pada masa itu masih jamannya tuker-tukeran biodata buat koleksi di binder.

Isinya nggak jauh-jauh seperti foto di atas, termasuk "nyeleneh"-nya.

Sedikit cerita, hobi saya memang memancing (emosi).
...
Jangan salah sangka.

Maksudnya saya senang kalau memancing emosi bahagia, senang, riang, gembira, dan Ceria. (Tidak termasuk Ceu Teti dan Ceu Niah. Cukup Ceu Ria)

Tapi kalaupun yang terpancing itu emosi kesal, mungkin itu bukan sala saya, mungkin Salatiga, Jawa Tengah.

Kamis, 26 April 2018

Misunderstanding

"Ingin..."

Ia merengek.

"Aku ingin dinginkan..."

Sambil menggenggam gelas minum.

Dan menonton drama negeri ginseng.

Ternyata ia sedang baper.

--------

*"Aku ingin diinginkan..."

--yoshimeey

Sabtu, 21 April 2018

Moodbooster Pagi Hari

Pagi ini,

aromamu membangunkanku.

Berhasil menggugah hariku.

Sambil mengendusmu.

Kau kemesraanku.

Walang sangit.

Jumat, 20 April 2018

Ma-Ma-Ma

Kuingin bercengkerama,

dengan lama.

Kuingin bercengkerama,

bersama-sama.

Kuingin bercengkerama,

agar ku selalu terkesima,

dengan mama.

p.s. btw siapa mama?

Kamis, 19 April 2018

Balonku -Cup Song Version-

No caption needed because the title explains all.

Kelemahan Ibu-Ibu

Bapak-bapak takut sama ibu-ibu.

Pengendara motor takut sama ibu-ibu.

Semuanya takut sama ibu-ibu.

Ibu-ibu terlihat hebat,

padahal ibu-ibu juga punya rasa takut.

Ibu-ibu takut sama hujan.

Soalnya jemuran perlu diangkat.

---yoshimeey

Kamis, 01 Maret 2018

Miskomunikasi

Halo!

Kalian pernah ngerasain yang namanya miskomunikasi nggak sih? Itu pasti nggak enak banget kan. Nah sama kaya di video ini nih.

Sabtu, 06 Januari 2018

Saling Tersenyum Simpul

Kejadian saling melempar senyum ini bermula dari kebutuhan saya untuk membeli persediaan air mineral. Ketika itu sudah saya putuskan secara mantap untuk mengunjungi salah satu minimarket ternama. Setelah membuka pintu dan mengucap salam, saya langsung bergegas menuju tempat botol air mineral itu biasa ditempatkan. Tak tanggung-tanggung, saya langsung membeli dua botol air mineral berukuran 1500ml sekaligus.

Entah mengapa mas-mas kasir di minimarket tersebut seperti menahan tawa. Saya sendiri jadi heran.
Apa ada yang lucu?
Atau ada yang salah?
Apa baginya membeli dua botol air mineral berukuran besar itu aneh?
Saya tidak tahu pasti. Tetapi pikiran saya terus berkata seperti itu. Jadi saya putuskan untuk tersenyum pula. Kami tidak berani saling bertatapan. Bukan karena bukan mahram. Tetapi akan menjadi sangat canggung jika kami saling bertatapan. Bisa jadi hanya imajinasi saya saja yang berkata demikian. Biarlah. Jadi saya putuskan untuk melepaskan keheranan saya menjadi tawa kecil ketika berbalik badan menuju pintu keluar, dan kali ini tidak mengucapkan salam.

Tentang seseorang yang tak lagi kutahu kabarnya

  Ada satu nama yang dulu begitu akrab di hari-hariku. Kini, namanya hanya muncul sesekali — dalam hening, dalam ingatan yang samar. Aku tid...